Berita


Kolaborasi dan Sinergitas Antara Semua Pihak dalam Apel Peringatan 17 Agustus 2024 di Lapangan Desa Pada

Pada tanggal 17 Agustus 2024, Desa Pada menggelar apel peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79. Apel bendera ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Pada, Karolus Kopong, selaku Inspektur Upacara. Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat Desa Pada, termasuk para Lembaga Desa, Staf Desa, serta perwakilan dari lembaga pendidikan seperti TK, SD, SMP, dan SLB. Masyarakat Desa Pada juga turut hadir memeriahkan acara ini.

Berikut pidato sambutan pembina upacara 17 Agustus 2024 yang akan dibacakan oleh Kepala Desa Pada, Karolus Kopong

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Om swastiastu,
Namo buddhaya,
Salam kebajikan,
Rahayu,
Saudara saudariku sebangsa dan setanah air,

Pada hari yang baik ini, saya ingin mengajak kita semua untuk mengingat salah satu pelajaran paling bermakna dalam perjalanan bangsa dan negara Indonesia, yakni bahwa tidak akan ada kemerdekaan tanpa perjuangan yang dilakukan dengan bergotong royong.

Kemerdekaan Indonesia adalah buah dari gerakan menuju satu cita-cita bersama. Begitu pun dengan cita-cita untuk memajukan pendidikan dan kebudayaan, harus kita perjuangkan bersama-sama dengan semangat gotong royong. Dalam lima tahun terakhir ini, kita semua telah berjuang dalam gerakan Merdeka Belajar. 

Saya katakan ini sebuah perjuangan, karena memang jalan yang kita tempuh tidaklah mudah. Kita melakukan perubahan besar dalam banyak hal, mulai dari sistem, cara kerja, sampai pola pikir. Berbagai tantangan dan kesulitan kita hadapi bersama, dan buah manis dari perjuangan itu juga kita rasakan bersama sekarang.

Para pelajar kini mendapat kesempatan untuk mengeksplorasi minat dan potensinya dengan Kurikulum Merdeka yang mulai tahun ini diimplementasikan sebagai kurikulum nasional. Jutaan lulusan perguruan tinggi telah mendapat peluang pekerjaan yang lebih baik karena pengalamannya mengikuti program Kampus Merdeka.

Komitmen untuk terus berdiri di sisi para guru juga telah terwujud dengan diangkatnya ratusan ribu guru honorer menjadi ASN PPPK. Begitu juga dengan Pendidikan Guru Penggerak yang berfokus pada peningkatan kepemimpinan guru kini telah melahirkan ratusan ribu pendidik, kepala sekolah, dan pengawas sekolah yang berani menciptakan perubahan bermakna. Semua ini didukung dengan transformasi digital terbesar dalam sejarah Indonesia, yang telah melahirkan banyak terobosan yang membantu guru dan kepala sekolah menciptakan lingkungan belajar yang berpusat pada murid.

Ekosistem kebudayaan pun semakin berkembang berkat dukungan kepada individu dan komunitas di bidang kesenian serta bahasa dan sastra. Di dalam negeri, semangat berkarya semakin bergeliat, dan di luar negeri nama Indonesia semakin diperhitungkan. Hal itu tampak salah satunya dari pengakuan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi konferensi UNESCO pada tahun lalu. Dan masih banyak lagi capaian-capaian membanggakan yang telah kita raih bersama dalam lima tahun terakhir.

Ibu Bapak, saudara saudariku sebangsa dan setanah air,
Kita semua patut bangga. Ini adalah hasil dari perjuangan kita. Hasil dari langkah- langkah berani yang sudah kita ambil. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih banyak kepada seluruh penggerak dan pejuang Merdeka Belajar dari Sabang sampai Merauke. Para Ibu Bapak guru dan dosen, orang tua, para seniman dan pelaku budaya, juga adik-adik pelajar dan mahasiswa.

Gerakan Merdeka Belajar barulah titik awal, masih jauh dari kata sempurna, kita belum sampai di garis finis, dan perjalanan ke depan tentunya masih akan ada banyak tantangan. Layaknya pesan Bung Karno agar kita terus mengisi Kemerdekaan Indonesia, mari kita terus melanjutkan perjuangan untuk memajukan pendidikan dan kebudayaan Indonesia. Untuk itu, mari terus kuatkan tekad dan langkah perjuangan kita untuk membawa Indonesia melompat ke masa depan.

 Di samping itu pula dalam sambutannya, Kepala Desa Pada, Karolus Kopong, menyampaikan pentingnya kolaborasi antara semua pihak dalam membangun Desa Pada. Ia juga mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat dan lembaga yang telah berpartisipasi dalam upacara ini. “Kolaborasi dan sinergitas antara masyarakat, lembaga desa, dan lembaga pendidikan sangat penting untuk kemajuan bersama. Saya sangat berterima kasih atas partisipasi semua pihak dalam upacara ini,” ujarnya.

Dalam apel peringatan kali ini, SMP Negeri 2 Nubatukan diberikan kehormatan untuk menjadi pasukan pengibar bendera merah putih. Selain itu, paduan suara dari sekolah tersebut juga dipercaya untuk mempersembahkan lagu-lagu kebangsaan, menambah kesan khidmat dalam upacara.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Nubatukan, Ibu Deassy Erlina Lainata, S.Pd, yang diwawancarai secara terpisah, mengungkapkan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan oleh pihak Desa Pada. “Kepercayaan ini merupakan suatu penghormatan bagi kami, karena SMP Negeri 2 Nubatukan adalah bagian integral dari Desa Pada. Kami akan terus membangun kolaborasi dan sinergitas, serta mendorong minat dan bakat anak didik kami untuk terus berkembang,” ungkapnya.

Apel peringatan 17 Agustus di Desa Pada berjalan dengan lancar dan penuh khidmat, mencerminkan semangat gotong royong dan persatuan yang kuat di kalangan masyarakat.

Penulis; Ambros Adonth

Pencarian


Kontak


Alamat :

Jl.Trans Nagawutung Desa Pada, Kec. Nubatukan, Kab. Lembata

Telepon :

082331037408 - -

Fax :

-

Email :

nubatukanspendu@gmail.com

Website :

info@smpnegeri2nubatukan.sch.id

Media Sosial :

Banner


Kalender


Mei 2026

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31